Resolusi 2017

23 12 2016

​Karmel, 23 Desember 2016

Tinggal menghitung hari tahun 2016 ini akan segera berakhir. Ada banyak hal dan pencapaian yang saya dapetin sepanjang 2016 ini. Tapi tidak sedikit juga kegagalan yang saya alami sepanjang 2016. Entah mengapa belakangan ini saya merasa waktu berjalan begitu cepat. Waktu berjalan sangatlah cepat senin selasa rabu kamis jumat sabtu minggu senin lagi. Begitu terus sampai tanpa terasa saya udah berada di penghujung tahun. Di penghujung tahun ini saya berada di posisi dimana saya merenungkan kembali apa sebenarnya maksud dan tujuan Tuhan menempatkan saya di dunia ini. Saya sampai pada posisi kembali bertanya apakah jalan yang saya pilih ini sudah benar atau Tuhan memiliki rencana lain dalam hidup saya.
Ada sebuah moment yang membuat saya merenungkan kembali arti hidup ini. Suatu ketika saya baca kompas.com lalu saya melihat gambar mantan seorang pejabat yang kurus kering karena penyakit. Saya tau betul dulu dia adalah orang yang gagah dan berwibawa. Namun setelah dia terlibat skandal korupsi dia jadi setress dan terserang penyakit yang membuat dia menjadi kurus kering dan tidak berdaya. Tidak lama setelah saya baca artikel tersebut, beberapa hari kemudian beliau meninggal. Kematian tersebut mengingatkan saya akan satu hal, apakah yang kita cari dalam hidup ini? Harta? Kekuasaan? Pengakuan? Hal-hal semu yang datang begitu saja dan pergi begitu saja. Saya sampai pada sebuah perenungan bahwa sehebat apapun kita, sekuat apapun kita, seberwibawa apapun kita, sekaya apapun kita, ujung2nya adalah kematian. Ketika saya merasa waktu berjalan begitu cepat, saya sampai pada momen yang saya mulai gelisah, saya tidak ingin waktu saya terbuang sia2 dan tanpa sadar saya sudah berada di akhir usia saya di bumi ini. 
Tahun ini saya benar-benar merenungkan apa arti hidup ini. Apakah hidup saya sudah sesuai dengan apa yang Tuhan mau. Apakah saya sudah hidup sesuai dengan rancangan-Nya? Atau jangan2 saya hanya orang yang menjalani hidup begitu saja dan tiba2 menyadari bahwa saya sudah di akhir hidup saya tanpa saya berbuat apa2.
Biasanya saya membuat banyak poin dalam resolusi tahunan saya. Tapi tahun ini, saya mau berfokus pada 1 hal saja. Apakah saya sudah hidup sesuai dengan rancangan Tuhan? Apakah saya sudah mengerti isi hatinya Tuhan? Apakah saya sudah sesuai dengan yang Tuhan mau saya perbuat?
Saya mau belajar, dalam setiap keputusan apapun yang saya ambil ke depannya, saya selalu mempertanyakan pertanyaan2 tersebut. Saya bilang kaya gitu bukan berarti saya sudah tidak memiliki keinginan2 duniawi. Jujur, saya belakangan ini sangat gelisah dengan keuangan saya. Kalau untuk sekedar berfoya-foya menilmati hidup, sekarang saya bisa melakukan nya. Tapi terus terang saya sangat khawatir dengan masa depan saya. Saya sangat khawatir bagaimana saya bisa membeli rumah, saya sangat khawatir bagaimana biaya pernikahan saya, saya sangat khawatir bagaimana nanti saya dan istri saya hidup sehari2, saya sangat khawatir bagaimana nanti biaya sekolah anak saya. Secara manusia saya khawatir, sangat khawatir dengan masalah2 tersebut. Saat ini semuanya serba tidak pasti. Saya hanya bisa menguatkan diri sendiri, kesusahan 1 hari cukup untuk 1 hari. Hari besok memiliki kesusahan lainnya. Saya hanya bisa beriman bahwa Allah selalu memelihara kita. Bahwa saya ada dalam Tangan pemeliharaan Tuhan.
Tahun depan ada beberapa rencana yang sedang saya pertimbangkan. Saya mulai berpikir untuk mencari passion lain nya dalam hidup saya. Entah itu bekerja di tempat lain atau mungkin membuka usaha baru. Tahun depan saya berencana untuk menikah walaupun sampai sekarang saya tidak pernah tau, dimana kami akan tinggal dan darimana kami dapat uang untuk biaya kami menikah dan biaya kami membeli tempat tinggal. Bagi saya semuanya serba tidak pasti. Saya hanya bisa punya iman dan pengharapan, bahwa jika memang sudah waktuNya, Tuhan akan membukakan jalan. Yang pasti seperti yang diawal sudah saya singgung, keputusan apapun yang saya ambil saya akan berfokus pada pertanyaan2 tersebut. Apakah saya sudah hidup sesuai dengan rancangan Tuhan dan apakah memang ini yang Tuhan inginkan dalam hidup saya? 
Ketika waktu terasa berjalan dengan sangat cepat, saya hanya bisa berdoa supaya saya semakin bijak dalam menggunakan waktu2 yang ada. Dan saya hanya bisa berdoa semoga saya bisa mengenal dan mengerti isi hati Tuhan. Saya mau belajar untuk selalu senantiasa mengandalkan kekuatan Tuhan karena hanya Dialah pemilik hidup ini.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: