Right Path

17 12 2015

Ada saat dimana kita yakin sudah berada di jalan yang tepat, lalu kemudian kita mulai meragukan jalan tersebut. Yupz. Sebuah kalimat sederhana yang tiba2 meluncur dalam pikiran gw. Sebuah kalimat yang membawa gw masuk dalam dimensi kegalauan yang baru. Hahaha..

Entah apa yang saat ini gw rasakan. Setelah sekian lama gw ga punya perasaan akhirnya gw dianugrahi sebuah perasaan. Kadang gw berharap bs memberikan perasaan ini kepada anggota DPR. Biar mereka bs punya hati nurani dalam bekerja #PesanMoral.

Gw berpikir hidup itu kaya sebuah hutan rimba yang belum pernah terjamah. Hutan yang konon di dalamnya ada sebuah kehidupan kekal yang bernama surga.

Seperti sebuah video game, entah gmn ceritanya kamu bs lahir dan ada di hutan tersebut. Orang tuamu memberimu bekal untuk bertualang di hutan tersebut. Ada orang tua yang membekali anaknya dengan jeep seri terbaru. Ada orang tua yang membekali anaknya dengan sebuah kuda yang gagah. Ada orang tua yang membekali anaknya dengan senjata senjata super canggih. Tapi ada juga orang tua yang hanya memberikan nasihat saja kepada anaknya.

Bekal dari orang tua itu yang kemudian digunakan untuk mengarungi hutan tersebut. Saat kamu beranjak dewasa, kamu mulai bisa memilih dan menentukan jalan hidupmu sendiri.

Dengan penuh keyakinan kamu begitu percaya diri melangkah. Kamu berharap bisa menemukan keindahan bernama surga. Sampai suatu titik kamu mulai merasa ragu dengan langkah yang kamu ambil tersebut. Kamu mulai merasa hutan ini semakin gelap. Kamu mulai bertanya-tanya apakah jalan yang kami ambil sudah benar atau belum. Ketika kamu sudah kehilangan arah kamu mulai takut jangan-jangam di depan sana ada jurang. Atau jangan-jangan ada macan yang siap menerkam kamu.

Pernahkah kamu sampai di titik itu? Kalau pernah jangan khawatir. Karena itu pun yang saya rasakan sekarang. Kalau belum pernah berarti saya yang harus khawatir. Jangan2 cuma saya aja yang kepikiran kaya gitu.

Hidup ini berisi pilihan2. Semenjak bangun pagi sampai kita menutup mata di malam hari. Semua itu adalah pilihan. Termasuk dengan apa yang saat ini kita jalani. Itu juga pilihan. Kita bisa memilih untuk terus melangkah maju atau berhenti atau mengubah arah atau kembali ke jalan yang sama. Semua adalah pilihan. Bedanya ada pilihan yang bijak dan ada pilihan yang kurang bijak.

Anda bisa memilih untuk berhenti membaca tulisan ini atau tetap keukeuh melanjutkan untuk membaca. Tapi kurang bijak rasanya jika ada berhenti membaca sampai di sini saja. Saya sarankan Anda membaca sampai akhir. Supaya Anda bs memahami arti sebuah penyesalan. Karena penyesalan biasanya datang di akhir. Apa sih ah.

Untuk bisa memilih dengan baik dibutuhkan sesuatu bernama hikmat. Hikmat adalah kemampuan untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang sebaiknya kita pilih dan mana yang sebaiknya kita hindari. Hikmat juga bisa digunakan untuk menentukan apakah kita harus terus melangkah atau berbelok menuju jalan lain atau bahkan kembali ke jalan yang lama.

Menurut salah satu pembimbing rohani saya, hikmat bisa diperoleh dengan meminta kepada Tuhan, takut akan Tuhan, dan mempelajari kebenaran Firman Tuhan.

Hidup itu pilihan. Apakah Anda memilih pilihan yang tepat dengan membaca tulisan ini? Gimana? Sekarang ngerti kan arti penyesalan yang datangnya di akhir?


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: