Fairless Tale -Part 1-

29 08 2015

Past Present Future

Orang Inggris mengelola setiap kalimat yang meluncur dr mulut mereka ke dalam 3 buah potongan waktu. Past untuk masa lalu, present untuk masa sekarang, dan future untuk masa yang akan datang. Gw bukan ahli bahasa Inggris, gw cm orang yang sotoy yang pengen nyambung2in istilah bahasa Inggris ke kehidupan ini.

Apa yang mau gw bahas? Sebenernya gw mau cerita soal impact. Trus apa hubungannya sama past present dan future? Pernah ga sih kepikiran kalau kita yang saat ini adalah bentukan atau hasil dari kita di masa lalu. Dan kita di masa yang akan datang adalah hasil atau bentukan dari kita di masa yang sekarang.

Lalu apa saja yang berpengaruh terhadap kepribadian kita saat ini? Ada banyak hal. Entah itu pengalaman kita sendiri atau dari hasil pengamatan kita terhadap peristiwa yang terjadi di sekeliling kita. Pengalaman dan pengamatan itu akan membentuk sebuah knowledge/pengetahuan yang akan dijadikan sebagai pertimbangan untuk mengambil setiap keputusan.

Singkat cerita begini, kalian pasti pernah punya rasa penasaran terhadap sesuatu. Misalnya bersepeda. Ada orang yang mengalami sendiri sakitnya waktu jatuh dr sepeda. Tapi ada orang yang belum pernah jatuh tapi sering denger dr orang laen kalau jatuh dr sepeda itu sakit. Kedua orang ini pada prinsipnya jadi punya sebuah knowledge soal jatuh dr sepeda. Knowledge tersebut yang akan mereka gunakan di kemudian hari ketika mereka bersepeda. Mereka jadi orang yang sangat berhati-hati ketika bersepeda atau bahkan mereka jadi orang yang sama sekali ga mau naek sepeda.

Itu hanya sebuah ilustrasi singkat mengenai knowledge. Manusia diberikan kemampuan untuk mengelola setiap informasi yang mereka peroleh untuk dijadikan sebagai knowledge yang berguna untuk proses pengambilan keputusan dikemudian hari. Sayangnya tidak semua manusia mampu mengelola knowledge tersebut dengan baik. Sebelum kita lanjut lebih jauh, seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, knowledge itu berasal dari informasi. Nah informasi ini ada 2 jenis. Informasi yang berasal dari data/fakta yang aktual. Satu lagi adalah informasi yang berasal dari asumsi/pendapat. Hmmnn.. Taukah kalian apa bedanya? Data/fakta merupakan sesuatu yang memang benar adanya. Sedangkan asumsi/pendapat adalah sesuatu yang perlu dibuktikan kebenarannya. Di luar bumi ada tatanan tata surya, itu adalah fakta. Di tata surya sana ada kehidupan lain, itu baru asumsi/pendapat karena hal tersebut perlu dibuktikan kembali kebenarannya. Cilakanya ada banyak orang yang menjadikan asumsi/pendapat sebagai knowledge dalam mengambil keputusan. Saya pribadi sangat mengkritisi sensor yang diberlakukan di dunia pertelevisian. Kenapa? Karena sensor membiasakan kita untuk melihat sesuatu tidak secara utuh dan cenderung hanya sepotong-sepotong saja. Itu menyebabkan kita terbiasa untuk tidak mencari tahu terlebih dahulu kebenarannya dan langsung menghakimi begitu saja.

Kembali ke knowledge tadi, kebutuhan dasar bagi setiap manusia adalah bertahan hidup. Sadar maupun tidak sadar, berbagai hal yang kita lakukan di dunia ini adalah agar kita dapat bertahan hidup lebih lama. Termasuk juga cinta. Cinta didesain untuk membuat manusia bertahan hidup lebih lama dan lebih kuat. Hahaha.. Bullshit yah. Dari tadi ngomong panjang lebar sebenernya gw pengen nyambung ke sini aja sih.

Buat yang penasaran apa hubungannya knowledge dengan cinta dan mengapa gw memberikan judul post ini “Fairless Tale” seperti biasa, nantikan kelanjutan cerita ini di post gw yang part 2. Hehe..


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: