Happen Again

13 08 2015

Orang gila adalah mereka yang menggunakan cara yang sama tetapi mengharapkan hasil yang berbeda. Sebuah kalimat inspiratif dari Einstein. Kalau yang belum tau siapa Einstein, beliau adalah orang yang bikin persamaan E = M × C pangkat dua. Sebuah persamaan yang menyebabkan banyak anak-anak tidak berdosa harus mempelajari teori relativitas.

Tenang aja, di post gw kali ini gw ga akan ngomongin soal einstein atau teori relativitasnya. Itu hanya kalimat pembuka yang menggambarkan kegelisahan gw saat ini. Hmmnn.. Kita mulai dr mana yah. Mari kita mulai dari sebuah mitos bernama cinta. Ya, cinta itu cm mitos kan? Sebuah dongeng yang diceritakan turun temurun supaya anak-anak merasa bahagia dan berharap terhadap sesuatu yang tidak pasti. Dan mungkin gw salah satu dari korban mitos itu. Dari kecil gw di doktrin soal cinta baik dr orang tua, temen, TV, tukang roti, bahkan tukang copet mengatasnamakan cinta kepada keluarganya sebagai alasan mereka nyopet.

Cinta selalu digambarkan sebagai sesuatu yang indah. Sesuatu yang bikin kamu bersemangat, sesuatu yang bikin hidup kamu lengkap. Iya sih, itu bener walaupun ga sepenuhnya bener. Ada sisi lain dr mitos itu yang ga pernah diceritakan. Ada air mata, ada kekecewaan, dan ada luka di situ. Gw pngn bikin ini lucu, tapi bingung lucunya dmn. Mungkin gw terlalu terbawa emosi. Hahaha..

Kalau ada asuransi yang bisa klaim patah hati, mungkin banyak orang udah jadi kaya. Gw ga pernah ngitung pastinya, tapi gw yakin setiap hari pasti ada aja orang yang patah hati. Makanya perusahaan asuransi ga berani bikin produk untuk memproteksi hati. Karena hati itu rapuh. Lucu ga nih?

Setiap gw patah hati, gw selalu punya gambaran yang buruk soal diri gw. Gw merasa ada sesuatu yang salah yang harus gw perbaiki. Mungkin gw harus melakukan perubahan radikal kali yah. Cukur kumis sama jenggot mungkin. Ah ngga itu udah terlalu biasa. Hmmnn.. Apa yah… Ikut geng motor gitu. Jangan deh terlalu beresiko, gw kan takut ketinggian. Ga ada hubungannya jg sih yah. Namanya juga lagi patah hati. Kan cinta ga ada logika. Hehe..

Kadang gw suka merasa aneh ketika ngeliat cowo-cowo aneh bisa dapet cewe yang menarik. Ini yang aneh cowo-cowo itu atau jangan-jangan gw lagi yang aneh. Gw berpikiran gw normal padahal sebenernya selama ini gw yang aneh. Ah aneh ah. Oh iya. Bisa aja kan yang aneh adalah cewe-cewe itu. Cinta kan kaya komedi. Ada yang merasa lucu di suatu bagian tapi yang lain merasa kalau itu garing. Mungkin gw hanya perlu menemukan cewe dengan selera yang aneh aja kali yah. Eh tp kan gw cowo normal. Ah qo jadi aneh gini sih ah.

Mungkin kalian bertanya-tanya apa urusannya paragraf paling depan sama cerita ini. Eits.. Sabar dulu. Semua indah pada waktunya. Kata-kata penghiburan yang artinya, lu tuh saat ini ga layak. Yang dibikin lebih halus dan dikemas semenarik mungkin supaya terkesan memotivasi. Hahaha… Gw terkesan desperate banget yah di post kali ini? Ga apa2 kan? Namanya juga hidup. Hidup itu seperti roda kan. Kadang kita di bawah abis itu ke atas dikit. Eh udahnya balik lg ke bawah. Orang rodanya digembok. Makanya lbh sering di bawah. Hahaha..

Gw bingung gmn cara menutup post ini menjadi sesuatu yang positip dan bermanfaat bagi orang banyak. Hahaha.. Tp dr berbagai hal yang terjadi terkait percintaan gw selama ini. Gw belajar satu hal. Penyesalan itu datangnya selalu belakangan. Sama kaya lu baca post ini dan tau ga ada manfaat apa-apa. Nyesel kan? Sekian dari gw makasih.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: