Review 2014 part 5 – selesai

30 12 2014

Satu hal yang masih belum juga solve di 2014 adalah jeng jeng jeng.. Apa coba? Kasi tau ga yah?(Usum keneh teu sih ngomong kieu) Hahaha..
Yupz.. Hal tersebut adalah cinta. Ntah ini sudah tahun ke berapa gw mendoakan hal yang sama berulang-ulang tapi entah udah berapa kali harapan gw itu selalu kandas. Cinta memang suatu hal yang ga pernah bisa dimengerti. Gw ga pernah tau gmn ceritanya 2 insan manusia bisa tiba-tiba saling suka dan menjalin hubungan yang serius. Yang jelas itu lebih kompleks daripada sekedar gimana caranya bikin portofolio optimal dengan menggunakan metode algoritma genetika.
Memulai awal taun dengan penuh optimisme bahwa taun ini akan ada perubahan yang positip, nyatanya harapan itu kandas begitu saja. Seorang sahabat memberi tahu bahwa orang yang pertama kali ngajak gw ke starbucks udah jadian. Berita itu bagaikan sebuah petir di tengah hujan. Biasa nya eta mah. Tunggu dulu, itu jadi ga biasa karena petirnya menyambar tepat di hati ini. Hahaha..
Mendengar berita itu rasanya pengen ketawa. Yupz ketawa di luar tapi menangis di dalam. Gw cuma bisa ngucapin selamat ke dia walaupun dalam hati ini rasanya pengen nanyain, kenapa lebih pilih dia? kapan ada rencana putus? emangnya ortu kamu punya utang berapa sama keluarganya dia? Ohhh.. Kalian udah dijodohin dari kecil yah? Apa? Papahnya dia ketua ormas dan ngancem bakalan nutup usaha ortu kamu? Ya.. Intinya gw masih belum bisa menerima kenyataan.
Kalau kamu berharap ada cerita menarik di posting kali ini, sepertinya kamu terlalu berharap lebih sama aku. Tidak ada cerita menarik sepanjang tahun ini terkait dengan urusan cinta-cintaan. Kalau mau ngomongin cinta, mending cari blog laen aja deh. Kamu berada di blog yang salah. Hahaha..
Sebenernya akhir Oktober dan awal November lagu-lagu cinta terasa lebih enak didenger dari biasanya. Ada seseorang yang mencuri perhatian dan bikin gw tergila-gila. Berbagai strategi pun gw susun, bahkan gw melibatkan tim ahli dan jasa konsultan profesional untuk memastikan proyek cinta kali ini berhasil. Strategi udah disusun dengan matang, deadline sudah ditetapkan, komunikasi dengan si dia sudah mulai gencar dilakukan dan puji Tuhan hasilnya mengecewakan. Tidak ada keberhasilan tanpa usaha keras, gw selalu percaya pepatah itu. Semua hal yang indah itu memang butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Tetapi sepertinya jalan kali ini terlalu terjal. Kemampuan perusahaan belum sampai ke arah sana untuk mengakuisisi hati kamu. Gw melihat tidak ada interest dari si dia ketika kita berkomunikasi. Gw merasa seperti seorang presenter yang hanya bertanya dan sang bintang tamu menjawab setiap pertanyaan yang diberikan tanpa pernah dia bertanya balik kepada sang presenter. Sebuah momen makin menegaskan untuk gw memutuskan menghentikan proyek ini.
Hari-hari berikutnya lagu-lagu yang tadinya begitu indah didengar menjadi terasa hambar. Bukan penyanyi nya yang salah, bukan pula telinga ini yang rusak, penyebabnya adalah suasana hati. Mungkin salah satu bagian yang terkuat dalam tubuh ini adalah hati. Entah berapa kali dia sudah terluka tapi dia selalu siap menerima luka-luka yang baru.
Setelah patah hati pikiran itu selalu melintasi waktu jauh ke belakang. Membodoh-bodohi diri sendiri akan pengalaman cinta di masa lalu. Kenapa waktu dulu gw ga berusaha lebih keras, kenapa waktu dulu gw memilih untuk berhenti, kenapa waktu dulu gw malah memilih ini, kenapa waktu dulu gw malah bersikap kaya gini, coba waktu dulu gw lebih ini. Kurang lebih itulah yang dihasilkan pikiran menghakimi kebodohan-kebodohan dirinya sendiri di masa lalu dan berharap waktu bisa diulang kembali.
It’s ok, everything happen for a reason. Mungkin dengan semakin sering terluka, semakin sering juga hati ini terlatih, dan mungkin ada saatnya nanti hati ini sudah kebal dari rasa sakit itu. Edan nya urang so puitis kieu.
Setiap tertolak oleh suatu hal, gw selalu membiasakan untuk mengatakan seperti ini dalam hati gw.
Mungkin hari ini gw yang menyesal karena gw ditolak, tapi suatu hari nanti kamu yang akan menyesal karena pernah menolak gw.
The sweetest revenge is success. Wait till the day of revenge. Hahaha.. (Ketawa licik)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: