PILPRES 2014 – Part 2

5 07 2014

Nah, di part 1 gw cerita tentang Bapak Prabowo Subianto yang tegas, berwibawa, ambisius, gagah, dll lah. Akan tetapi gw melihat beliau punya dosa masa lalu yang belum diselesaikan. Oh iya buat yang ga tau dosa masa lalu beliau itu apa? Baca deh tragedi Mei 1998. Mungkin Anda akan dapet sedikit pencerahan.
Sedangkan Bapak Jokowi terkenal sebagai pribadi yang merakyat, sederhana, bersih, dan pekerja keras. Tapi buat gw beliau masih belum bisa dibilang layak untuk maju taun ini. Menurut gw, Indonesia butuh pembuktian lebih dari sosok yang satu ini. At least beliau perlu membuktikan kalau beliau bisa menyelesaikan permasalahan di Ibukota.
Kedua pemimpin tercinta ini punya kelemahan. Siapa yang harus kita pilih? Temen-temen sebelum kita menghakimi kedua capres ini, mari kita lihat dulu diri kita. Apakah kita orang yang perfect? ……………………………………………………
Yupz. Betul banget, kita bukan lah orang yang perfect, karena memang ga ada manusia yang sempurna. Begitu juga kedua capres tercinta kita ini. Dua-duanya bukanlah orang yang perfect. Dua-duanya punya kelemahan. Tapi mari kita membandingkan terlebih dahulu.

1. Dosa masa lalu vs Ga beresin tugas
Mungkin dua-duanya sama-sama kesalahan. Tapi kalau kita lihat lebih dalam lagi, pakai akal sehat nih yah. Menurut lu, lebih baik yang mana? Ibaratnya lu lagi jatuh cinta nih sama 2 orang(lawan jenis tentunya). Orang yang pertama, dia tegas, gagah, keren, ambisius, tapi lu denger dari orang laen dia pernah menculik dan menghilangkan orang. Hmmnn.. Mungkin ga sih besok atau lusa jangan-jangan orang yang diculik dan dihilangkan itu elu. Iya ga sih?
Nah orang yang kedua, sederhana, kurus kerempeng, senyum sana sini, pekerja keras. Tapi dia suka gonta-ganti pacar(pindah jabatan). Ya kalau memang suatu hari nanti dia mau ganti pacar, ya udah kita tinggal cari yang baru lagi aja. Setidaknya kita masih hidup. Iya ga sih?
Jadi lu mau pilih pacar yang mana? Yang tegas tapi dulunya suka nyulikin orang atau yang sederhana tapi suka ganti-ganti pacar?

2. Kompetensi
Masih tentang 2 orang tadi. Buat gw baik Bapak Prabowo maupun Bapak Jokowi dua-duanya memang belum punya pengalaman di level nasional maupun internasional. Tapi santai aja Boss. 2 orang wakilnya adalah orang yang kompeten qo. Ada Bapak Hatta Rajasa sama Bapak Jusuf Kalla. Mereka berdua sudah malang melintang ngurusin negara ini. Balik lagi ke 2 calon pasangan kita. Bapak Prabowo kepemimpinannya baru teruji di level militer. Sedangkan Bapak Jokowi baru teruji di level regional. Tapi, Bapak Jokowi ini punya salah satu kredit. Kenapa? Karena walikota/gubernur ngurusin keamanan/militer sedangkan militer ga ngurusin ekonomi, infrastruktur, dll. (Tolong koreksi kalau saya salah)

3. Tim pendukung
Nah ini bagian yang paling gw suka dan paling bikin gw akhirnya memutuskan untuk memilih salah satu dari pasangan capres di atas. Salah satu kampanye hitam yang banyak muncul di media adalah Capres Boneka. Katanya sekali lagi katanya, Jokowi cuma diperalat sama Ibu Megawati biar beliau bisa tetep berkuasa di bumi pertiwi ini. Hmmnn.. Oke, katakanlah isu itu benar. Terus kenapa? Apa salahnya Megawati sampai orang-orang sebegitu bencinya sama Beliau? Kalau ada alasan yang kuat, silahkan utarakan pendapat Anda di sini. Gw orang yang open minded qo. Hehe..
Nah nah nah.. Kalau di belakang Bapak Jokowi ada Ibu Megawati yang dianggap ==> dianggap loh yah, dianggap ga bener(walaupun sampe sekarang gw ga tau kenapa beliau dianggap ga bener). MARI KITA LIHAT SIAPA YANG ADA DI BELAKANG CAPRES SATUNYA LAGI.
Eng ing eng… Ta ta ta ta ta(Backsound Doraemon)
Aburizal Bakrie(Masih pake suara khas Doraemon waktu ngeluarin alat ajaibnya)
Hmmnn.. Tarik napas dalam-dalam. Harus gw jelasin ini yah? Oke fix… Jadi gini, dahulu kala ada sebuah kota di Jawa Timur bernama Sidoarjo. Di sana keempat elemen hidup damai satu sama lain. Tapi semua itu berubah ketika negara lumpur datang menyerang. Hanya Aburizal Bakrie yang mampu menghentikannya. Tapi ketika dunia membutuhkannya Aburizal Bakrie menghilang. Udah ah cape lanjutinnya. Jelas yah?
Hmmnn.. Gw nemu foto yang lucu di media sosial.

Gw ga usah cerita lagi yah maksud dari foto di atas. Hehe.. Memang sih ga ada partai politik yang bersih dari korupsi. Tapi setidaknya mungkin kita bisa sedikit meminimalisir. Apa mau orang-orang yang sama itu berkuasa lagi. Apa mau terus-terusan makan daging sapi dengan harga yang keterlaluan, apa mau dipimpin menteri IT yang model begitu, apa mau kementerian agama yang harusnya ngajarin agama dan jadi benteng terakhir dari berbagai kebobrokan di negeri ini malah ikut-ikutan terlibat korupsi? Gimana?

4. Sentimen Agama
Ini yang menurut gw agak bahaya euy. Orang kita masih belum cerdas kalau soal ini. Bahkan orang yang cerdas pun jadi dibutakan kalau ngomongin soal agama. Kita bicara tentang pemilihan presiden untuk pembangunan bangsa ini. Bukan pemilihan presiden untuk membangun agama tertentu. Cilakanya orang kita masih belum terlalu dewasa kalau membicarakan soal agama. Rasa persaudaraan, rasa sebangsa dan setanah air itu seolah hilang kalau udah ngomongin agama. Akibatnya apa? Isu agama selalu dijadiin ajang untuk menyerang calon lain. Bapak Jokowi berkali-kali diserang soal isu SARA. Dibilang keturunan Tionghoa lah, ke-Islam-annya dipertanyakan lah, dibilang pro barat lah, dibilang kafir lah, dibilang komunis lah. Ini isu sensitif dan isu bahaya. Tapi sekali lagi sebagai orang yang cerdas dan terdidik, marilah kita berpikir jernih. Gw bukan tim kampanye nya Pa Jokowi, gw mau melihat ini dari sudut pandang yang netral. Buat yang suka menyerang Pa Jokowi dari sisi agama, apakah Anda tidak melihat ada PKB yang identik dengan NU di koalisi Pa Jokowi? Anggaplah suatu hari nanti Pa Jokowi bikin kebijakan yang bertentangan dengan nilai-nilai ke-Islam-an, menurut Anda apakah PKB hanya akan diam saja? Selain itu, di parlemen itu kan partai Islam banyak banget. Kebijakan pemerintah kan masih bisa di-evaluasi sama parlemen. Masa sih nanti partai Islam diem aja waktu ada sesuatu yang salah dengan kebijakan Pa Jokowo. Jadi, menurut gw kalau masalah agama sih ga usah panik kali yah. Islam kan pemegang mayoritas suara. Yang seharusnya panik adalah orang-orang minoritas. Apakah suara mereka akan diakomodasi oleh capres terpilih? Gitu aja qo repot. Gw sih masih keukeuh dengan pendapat gw. Gw sih berharap kita kesampingkan atribut golongan kita entah itu suku, agama, ras. Gw sih berharap kita bener-bener pilih untuk kepentingan bangsa dan negara ini. Mungkin kasus korupsi kementerian agama kemaren bisa jadi bahan pelajaran aja buat kita. Kalau terkadang apa yang kelihatan di mata itu alim, baik belum tentu pribadi yang berintegritas. Mungkin aja itu cuma kedok kemunafikan aja. Jangan tertipu sama kemasan lah intinya mah.

Dari gw cukup sekian aja, semoga berbagai penjelasan gw ini memberikan pencerahan. Gw bukan tim kampanye capres A atau capres B. Gw bener-bener melihat ini dari kacamata yang netral karena seperti yang gw bilang tadi gw melihat dua-duanya punya kekurangan. Tapi sekali lagi, ga ada pemimpin yang sempurna. Mari kita memilih salah satu yang terbaik. Mari kita gunakan pemikiran yang jernih dengan melihat berbagai aspek. Semoga Indonesia 5 tahun ke depan akan lebih baik dari Indonesia yang sekarang. Semoga Indonesia Bangkit, Indonesia Hebat, Indonesia Macan Asia, Revolusi Mental Indonesia bisa benar-benar terwujud.

 


Actions

Information

One response

5 07 2014
PILPRES 2014 | Bastiyan's Blog

[…] ini dua-duanya punya sisi negatip. Trus gimana dong? Siapa yang harus saya pilih? Sabar.. Lanjut di part 2 yah bacanya… […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: