Studi Kasus PSSI – Change Management

2 03 2011

Belakangan ini PSSI merupakan organisasi yang banyak disorot untuk melakukan berbagai perubahan di dalamnya. Masyarakat menuntut PSSI untuk memperbaiki kinerjanya. Selain dari masyarakat, pemerintah pun menyerukan hal yang sama agar PSSI berubah.

Perkara ini disebabkan oleh berbagai ketidakberesan yang terjadi di dalam PSSI. PSSI dinilai gagal dalam membangun persepakbolaan Indonesia. Jangan dulu membicarakan prestasi internasional timnas Indonesia, di lingkungan nasional saja masih banyak hal harus dibenahi. Carut marut semakin parah ketika banyak terjadi dugaan korupsi di dalam tubuh PSSI. Krisis kepercayaan terhadap pengurus organisasi semakin menguatkan dorongan untuk mengubah organisasi PSSI.

Akan tetapi berbagai tuntutan yang diajukan oleh banyak pihak tidak digubris oleh PSSI. PSSI terkesan menutup diri dari pendapat dan saran yang diberikan oleh public sepakbola Indonesia. Berbagai upaya yang dilakukan untuk mengubah organisasi PSSI mulai dari demonstrasi, Kongres Sepakbola Nasional, pembuatan liga tandingan senantiasa digagalkan oleh petinggi PSSI. Bahkan intervensi yang akan dilakukan oleh pemerintah, PSSI malah balik menantang pemerintah dan menyalahkan pemerintah. PSSI seolah-olah merasa tidak ada yang salah dengan apa yang terjadi di organisasinya.

Berikut adalah analisa mengapa PSSI anti terhadap perubahan yang diserukan:

  • Kepemimpinan yang kuat namun disalahmengertikan oleh pengurus.

Sosok Nurdin Halid di balik kepemimpanan PSSI sangatlah kuat. Dia mampu meyakinkan kepada jajaran internal PSSI bahwa apa yang dilakukannya adalah untuk kemajuan persepakbolaan Indonesia.

  • Arogansi para petinggi PSSI

Bukan rahasia lagi kalau para petinggi PSSI terkesan begitu arogan di mata public. Kongres yang dilakukan secara tertutup, menantang pejabat tinggi merupakan bukti nyata bagaiman mereka arogan dan tidak mau mendengarkan pendapat public.

  • Rasa memiliki organisasi yang kuat

Mungkin rasa memiliki organisasi yang kuat merupakan hal yang positive. Namun jika terlalu berlebihan hal tersebut justru malah merugikan. Pengurus seolah-olah merasa bahwa ini organisasi mereka dan terserah mereka organisasi mau dibawa ke mana.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: