New Chapter

19 05 2017

3 years ago…
Berawal dari obrolan ringan waktu nongkrong, gw pulang dengan sebuah spirit baru. Gw harus masuk ke industri financial. Kebetulan gw memang lagi cari-cari perusahaan baru karena kontrak gw di kantor udah abis dan gw tidak berniat untuk memperpanjang kontrak gw di sana. Setelah sempat cari-cari perusahaan-perusahaan besar, kali ini gw mengalihkan pandangan ke perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang financial. Waktu itu, ketika gw liat company profile, asalkan dia bergerak di bidang financial dan gajinya ga kecil-kecil amat gw apply. Akhirnya gw diterima di sebuah perusahaan yang gw sendiri ga tau ini sebenernya perusahaan apa dan ngerjain apa. Hanya karena di company profile nya ada kalimat financial gw apply aja.

3 bulan setelah masa probation gw selesai, gw akhirnya sadar ini perusahaan bukan sembarang perusahaan. Ini perusahaan ngerjain sesuatu yang besar dan luar biasa. Perusahaan itu adalah DAKSA. Saat gw masuk, ternyata perusahaan ini baru aja dibeli oleh investor asing dari Qatar. Selidik punya selidik, di belakang DAKSA ada sebuah perusahaan besar lainnya yang sedang ekspansi ke Indonesia. Qatar National Bank atau yang biasa disingkat QNB.

Gw sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari perusahaan besar ini. Di tempat ini gw bisa belajar banyak hal. Project pertama gw di tempat ini adalah BPR Connect. Intinya itu adalah sistem yang menghubungkan BPR-BPR dengan jaringan ATM bersama via QNB. Gw belajar banyak hal tentang financial di situ. Gw pegang BPR mungkin ga lebih dari 3 bulan. Setelah itu gw masuk ke project luar biasa lainnya. QPM (QNB Performance monitoring). Intinya program itu melakukan rekapitulasi data untuk ujungnya data tersebut direkap per karyawan, per kantor cabang, per wilayah, dan perperan lainnya. Ngerjain QPM itu berasa ngerjain skripsi karena semuanya itu berdasarkan metode dan rumus tertentu dan harus menghasilkan output yang sesuai dengan yang diharapkan dengan performa yang berbeda. Ngerjain QPM sempet bikin putus asa karena satu dan lain hal. Kami sempat berganti-ganti teknologi, berganti-ganti layout hingga berganti-ganti rumus mencari formula yang paling tepat. Persis kaya skripsi. Mencari hasil optimal dari suatu kasus.

Selesai dari project QPM, mungkin sekitar 1 tahun setelah saya masuk, saya dipercaya untuk pegang sebuah project. Customer Relationship Management. Intinya project itu digunakan untuk loyalty point. 2 Client pertama saya adalah Centre Point Medan dan Kesles. Kami melakukan development CRM dari awal, dari yang fiturnya hanya sebatas mendapatkan dan menukarkan point menjadi suatu barang, menampilkan promo, news, tenant list, dan advertising hingga dikemudian hari CRM ini memiliki fitur-fitur canggih untuk melakukan promosi. Di project ini saya belajar banyak mengenai leadership dan handle client dan juga handle server. Saya belajar bagaimana saya menyampaikan ide, gagasan, dan system requirement kepada tim saya. Saya belajar bagaimana menangkap kebutuhan dari client dan mendefinisikannya menjadi solusi-solusi yang harus diimplementasikan di sistem. Dan yang terpenting saya belajar bagaimana saya memastikan server berjalan 24 jam. Saya belajar memastikan sayalah orang yang pertama kali tahu ketika sistem down. Punya sistem yang launching dan digunakan oleh orang banyak rasanya seperti punya bayi. Kita tidak pernah tahu kapan dia menangis meminta pertolongan kita.

Tidak lama setelah saya handle project CRM, saya juga dipercaya untuk sesuatu yang lebih besar. Saya dipercaya untuk handle DooEt. DooEt adalah mobile banking QNB. Di project DooEt saya mempelajari sesuatu yang lebih luar biasa lagi. Saya banyak berhubungan dengan vendor-vendor lain. Sesuatu yang paling berkesan adalah ketika DooEt terhubung dengan ATM Bersama. Itu adalah pengalaman yang begitu luar biasa yang saya rasakan. Melakukan sebuah development sistem dan menghubungkannya dengan sistem ATM bersama. Buat saya itu sebuah pencapaian yang begitu luar biasa. Saya sangat tertarik dengan setiap ide dan gagasan dari orang QNB terkait dengan DooEt ini. Mereka punya pola pikir yang visioner dalam melakukan development DooEt.

Semua berjalan dengan begitu luar biasa. Saya belajar banyak hal. Dan saya bertumbuh dalam segala hal. Baik secara pribadi saya bertumbuh. Secara skill saya bertumbuh. Dan secara financial saya pun bertumbuh. Saya merasa nyaman bahkan terlalu nyaman di DAKSA. Saya mengenal setiap orang di DAKSA dan saya pun banyak berhubungan dengan orang-orang QNB. Walaupun terkadang kami berdebat untuk menentukan cara mana yang terbaik, namun semua masih dalam koridor dan tujuan yang sama yaitu membuat CRM dan DooEt ini menjadi produk yang dapat diandalkan. Dari fitur-fitur yang sederhana dan seadanya, CRM dan DooEt bertumbuh dengan segudang fitur-fitur yang siap memanjakan customer. Entah berapa development cycle yang sudah saya lalui bersama kedua project ini, namun ada sebuah moment yang membuat saya merenung. Biasanya saya selalu bersemangat setiap kali saya datang ke kantor. Namun setelah libur lebaran rasanya semua hal berjalan menjadi membosankan. Rasanya ada yang selah dengan setiap rutinitas ini. Ah, mungkin saya cuma butuh liburan saja. Saya pun melanjutkan semuanya seolah tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Bulan-bulan berikutnya waktu berjalan terasa begitu cepat. Sangat cepat. Gajian, belanja, kerja, was-was menunggu gajian, terselamatkan oleh gaji, bayar apa yang harus dibayar, belanjakan sisanya, begitu seterusnya. Saya merasa saya terjebak dengan rutinitas. Saya mencoba mencari dan mempelajari hal-hal baru namun itu tidak cukup untuk membunuh rasa bosan saya. Setelah melalui berbagai pemikiran dan pertimbangan yang matang saya akhirnya memutuskan untuk keluar dari tempat yang begitu luar biasa ini. Mungkin bagi sebagian orang keputusan ini cukup mengejutkan. Saya yang sudah nyaman berada di sebuah tempat memilih untuk berspekulasi pindah ke tempat lainnya yang saya pun belum tahu bagaimana nantinya di sana.

Satu hal yang cukup saya takutkan dan khawatirkan adalah waktu. Ketika waktu berjalan begitu cepat, saya takut saya menua dan saya tidak menghasilkan apa-apa. Saya tidak memberi arti apa-apa untuk hidup ini. Itu yang menjadi motivasi utama saya untuk pindah mencari tempat baru. Mencari pengalaman baru. Saya merasa belum usia saya untuk merasa nyaman dan menetap di sebuah tempat. Saya merasa saya masih membutuhkan petualangan-petualangan baru. Entah petualangan itu berakhir bahagia atau justru malah berakhir tragis. Saya tidak pernah tahu. Saya hanya melangkah dengan iman. Berharap petualangan itu berakhir dengan bahagia. Saya berharap petualangan baru saya ini semakin membuka wawasan saya. Semakin memberi arti buat hidup saya. Menjadi sebuah cerita seru untuk saya ceritakan dikemudian hari.

Hari ini hari terakhir saya di DAKSA, banyak cerita indah yang sudah kami lalui. Walaupun mungkin tidak semua adalah cerita indah. Ada cerita kesal, ada emosi di situ, ada cerita sedih, namun saya bersyukur saya punya teman-teman yang begitu luar biasa. Saya bersyukur punya pemimpin-pemimpin yang begitu luar biasa. Pemimpin-pemimpin yang tidak pernah kenal lelah untuk memberikan instruksi dan arahan. Bahakan memberikan motivasi untuk terus selalu berjuang di saat-saat yang sulit. Saya bersyukur punya pemimpin yang begitu bertanggung jawab. Pasang badan untuk melindungi kami disini. Saya juga bersyukur punya tim yang begitu luar biasa. Yang selalu berjuang memenuhi setiap tuntutan dari client. Dan terakhir saya juga sangat bersyukur punya client dengan ide-ide briliant yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

Akhir kata saya ingin mengucapkan terimakasih untuk kerjasamanya selama ini. Terimakasih untuk ketiga pembimbing saya yang begitu luar biasa. Untuk Pa Seto, Mas Ginan, dan Mas Eta. Saya juga mengucapkan terimakasih untuk tim QNB. Untuk tim IT, tim UX, tim eBanking, corp comm dan tim-tim lainnya yang pernah bekerjasama dengan saya baik langsung maupun tidak langsung. Terlebih ucapan terimakasih saya untuk tim yang sudah banyak membantu saya selama ini. Terimakasih banyak untuk setiap kebaikan kalian. Tidak ada manusia yang sempurna. Saya pasti banyak sekali kekurangan. Mungkin ada perkataan dan perbuatan saya yang menyakiti. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Sekali lagi saya ingin mengucapkan terimakasih dan maaf yang sebesar-besarnya. Terimakasih untuk petualangan yang begitu luar biasa selama saya di DAKSA. Ijinkan saya memulai petualangan baru saya sambil memohon doa restu dari Anda sekalian. Saya doakan yang terbaik untuk DAKSA dan QNB. GBU.





Tuhan Memegang Pimpinan

13 05 2017

Bulan ini sekolah minggu cerita tentang Ester. Sebuah kisah yang sangat menarik. Suatu ketika Haman hatinya sangat panas. Semua orang sujud kepada dia kecuali Mordekhai. Mordekhai hanya mau menghormati Tuhan. Bukan manusia. Haman lalu mereka-rekakan yang jahat terhadap Mordekhai dan bangsanya. Haman berencana untuk memusnahkan bangsa tersebut. Haman sudah menyiapkan surat edaran untuk menghabisi Mordekhai dan bangsanya. Bahkan dia sudah menyiapkan tiang gantung untuk Mordekhai. Lalu apa yang terjadi kemudian?

Ternyata Raja justru malah meninggikan Mordekhai. Ternyata eh ternyata dulu Raja pernah berhutang budi kepada Mordekhai. Makin keki dan panas lah hati haman. Ternyata tidak sampai di situ saja kesialan Haman. Niat jahatnya itu diketahui oleh Ester. Ratu kesayangannya Raja. Lalu Haman justru malah digantung di tiang yang dia buat sendiri.

Terkadang kita mempertanyakan, mengapa hal-hal buruk terjadi di dunia ini. Mengapa orang-orang jahat bisa bebas berkeliaran dan berkuasa di dunia ini. Mengapa kita yang berbuat baik justru malah mengalami hal-hal yang sulit. Mengapa justru orang-orang yang jahat berkuasa.

Jawabannya cuma satu. Tuhan berdaulat atas segala hal. Ketika keadaan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Tuhan tetap memegang kendali. Tuhan tetap memegang pimpinan.

Bebasnya Mordekhai dan bangsanya tidak terlepas dari peran Ester. Tuhan pasti sudah mengetahui someday akan ada orang yang bernama Haman yang berniat memusnahkan Mordekhai dan Bangsanya. So, Tuhan menempatkan Ester di istana. Tuhan memegang kendali, bahkan sebelum kejadian buruk itu akan berlangsung. Tuhan sudah merancang sesuatu yang baik dengan begitu sempurna.

Namun, di balik kisah Haman ini, ada sisi lain yang harus kita pelajari. Suatu ketika Saul diminta oleh Tuhan untuk menghabisi sebuah bangsa. Namun Saul tidak taat. Dia tidak menuntaskan perintah Tuhan. Dan ternyata dari bangsa tersebut lahirlah Haman. Orang yang membuat Mordekhai dan Bangsanya nyaris dimusnahkan. Tuhan memegang kendali? Ya betul. Tuhan memegang kendali. Tapi ada bagian untuk kita taat kepadanya. Ada bagian untuk kita ikut perintahnya sampai tuntas.

Demikian sekilas info. Semoga melalui cerita ini dapat menginspirasi Anda. Jagalah hati kita dengan segala kewaspadaan. Jangan sampai kita punya niat jahat untuk mencelakai orang. Percayalah Tuhan memegang kendali atas hidup kita. Tapi ada bagian yang harus kita kerjakaan. Taat dan setia terhadap setiap perintahnya. Salam super. Itu.





Mission Completed

1 04 2017

Everything happen for a reason. Sebuah kalimat penghiburan yang biasa diucapkan waktu gagal. Segala sesuatu terjadi untuk alasan tertentu. Ijinkan saya menceritakan kisah saya.

Juni 2013 berbekal rasa penasaran ada apa sih di Jakarta, saya nekad berangkat ke Jakarta untuk mencari peruntungan. Jakarta memang memberikan saya kepuasan materi yang tercermin dari perut yang mulai melendung. Percayalah saya tidak hamil. Pergaulan saya di Jakarta tidak seburuk yang Anda kira. Saya bisa menjaga diri saya baik-baik. Perut ini hanya berisi lemak. Tidak ada calon bayi di situ.

Wejangan dari dosen yang selalu saya ingat dan saya pegang baik-baik adalah carilah gereja lokal. Gereja dimana kamu bisa bertumbuh di situ. Setelah sempat berkelingling akhirnya saya menemukan GII Semanggi. Saya kagum dengan Choir di sana. Saya berangan-angan untuk bisa terlibat dalam pelayanan. Namun sepertinya takdir belum mengijinkan. 

Hal lain yang sering saya lakukan di Jakarta adalah membuka Facebook. Selain foto si dia, hal lain yang bikin nyesek ketika melihat Facebook adalah melihat teman-teman di Bandung bisa pelayanan.

Entah kenapa ketika 1 tahun tidak terlibat pelayanan sama sekali, ada rasa rindu dan rasa kangen yang membuat semangat pelayanan itu berapi-api. Padahal sebelumnya salah satu alasan pindah ke Jakarta adalah bosan dengan rutinitas di Bandung. Salah satunya adalah rutinitas pelayanan.

Juni 2014, 1 tahun kemudian gw resmi jadi pengangguran di Ibukota. Gw hanya jadi pemuda beban negara. Setelah melamar sana sini akhirnya ada yang menerima gw. Tp sayangnya dia tidak menghargai gw. Merasa tisak dihargai di tanah orang lain akhirnya gw memutuskan untuk kembali ke tanah kelahiran gw.

Kembali ke Bandung berarti gw bs pelayanan. Ya, hal yang pertama gw lakukan adalah join Choir di gereja. Dengan harapan suatu hari nanti bisa juara indonesian idol atau minimal kontes dangdut pantura lah. 

Hanya beberapa minggu setelah gw mendarat di Bandung, gw ditawarin untuk pegang sebuah tugas mulia menjadi ketua youth. Ya elah, ge baru dateng, ga ngerti apa-apa, tiba-tiba disodorin jadi ketua. Dengan sangat tegas gw menolak. No, thanks.

Beberapa minggu kemudian, gw diajakin untuk minum susu bareng temen-temen youth di lokasi yang hits di Kota Bandung. Setelah ngobrol ini itu, akhirnya balik lg ke topik yang sama. Gw diminta lagi bantuin di Youth. Di situ gw berasa de javu. Yang gw ingat adalah sebuah kalimat. You are in the right path.

Okei, gw tidak akan menolak lagi. Dengan segala konsekuensinya gw siap menjalaninya.

Buat gw pelayanan itu memberikan banyak sekali pengalaman berharga. Mungkin terkadang kesel, terkadang melelahkan, terkadang bikin emosi, dan lain sebagainya. Tapi banyak jg hal-hal berkesan yang gw rasain selama gw jadi ketua Youth.

Hari ini hari terakhir gw sebagai ketua Youth. Gw mengucapkan banyak terimakasih buat setiap kalian yang udah banyak bantuin gw selama gw jadi ketua. Makasih buat setiap momen-momen kebersamaan yang udah kalian share. Kalian adalah salah satu alasan gw bisa tetep kuat dalam menghadapi berbagai tantangan. Makasih banyak buat setiap partisipasi kalian. Buat waktu, buat materi, buat usaha dan kerja keras kalian sehingga program-program youth bisa terlaksana dengan baik. Saya bersyukur punya tim yang sangat hebat kaya kalian. Saya bersyukur punya sahabat-sahabat yang begitu luar biasa. Melihat kalian tumbuh menjadi pribadi yang semakin baik, itu adalah kebahagiaan tersendiri buat saya.

Secara tulus dari dalam lubuk hati gw yang paling dalam, gw mau mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya jika sepanjang saya menjabat ada banyak kata-kata dan perbuatan yang tidak berkenan. Sesungguhnya saya hanyalah manusia biasa yang tidak lepas dari berbagai kekurangan. 

Tetap dukung Youth Bakhur, terus dijaga apinya supaya kita bisa terus jadi teladan, jadi garam dan terang dunia. Biarlah kita bisa terus bertumbuh serupa dengan Kristus dan kita benar-benar memahami apa yang Tuhan mau perbuat dalam hidup kita.

Sorry 4 all, thanks 4 all, tetap semangat, Tuhan Yesus memberkati. GBU All.





Resolusi 2017

23 12 2016

‚ÄčKarmel, 23 Desember 2016

Tinggal menghitung hari tahun 2016 ini akan segera berakhir. Ada banyak hal dan pencapaian yang saya dapetin sepanjang 2016 ini. Tapi tidak sedikit juga kegagalan yang saya alami sepanjang 2016. Entah mengapa belakangan ini saya merasa waktu berjalan begitu cepat. Waktu berjalan sangatlah cepat senin selasa rabu kamis jumat sabtu minggu senin lagi. Begitu terus sampai tanpa terasa saya udah berada di penghujung tahun. Di penghujung tahun ini saya berada di posisi dimana saya merenungkan kembali apa sebenarnya maksud dan tujuan Tuhan menempatkan saya di dunia ini. Saya sampai pada posisi kembali bertanya apakah jalan yang saya pilih ini sudah benar atau Tuhan memiliki rencana lain dalam hidup saya.
Ada sebuah moment yang membuat saya merenungkan kembali arti hidup ini. Suatu ketika saya baca kompas.com lalu saya melihat gambar mantan seorang pejabat yang kurus kering karena penyakit. Saya tau betul dulu dia adalah orang yang gagah dan berwibawa. Namun setelah dia terlibat skandal korupsi dia jadi setress dan terserang penyakit yang membuat dia menjadi kurus kering dan tidak berdaya. Tidak lama setelah saya baca artikel tersebut, beberapa hari kemudian beliau meninggal. Kematian tersebut mengingatkan saya akan satu hal, apakah yang kita cari dalam hidup ini? Harta? Kekuasaan? Pengakuan? Hal-hal semu yang datang begitu saja dan pergi begitu saja. Saya sampai pada sebuah perenungan bahwa sehebat apapun kita, sekuat apapun kita, seberwibawa apapun kita, sekaya apapun kita, ujung2nya adalah kematian. Ketika saya merasa waktu berjalan begitu cepat, saya sampai pada momen yang saya mulai gelisah, saya tidak ingin waktu saya terbuang sia2 dan tanpa sadar saya sudah berada di akhir usia saya di bumi ini. 
Tahun ini saya benar-benar merenungkan apa arti hidup ini. Apakah hidup saya sudah sesuai dengan apa yang Tuhan mau. Apakah saya sudah hidup sesuai dengan rancangan-Nya? Atau jangan2 saya hanya orang yang menjalani hidup begitu saja dan tiba2 menyadari bahwa saya sudah di akhir hidup saya tanpa saya berbuat apa2.
Biasanya saya membuat banyak poin dalam resolusi tahunan saya. Tapi tahun ini, saya mau berfokus pada 1 hal saja. Apakah saya sudah hidup sesuai dengan rancangan Tuhan? Apakah saya sudah mengerti isi hatinya Tuhan? Apakah saya sudah sesuai dengan yang Tuhan mau saya perbuat?
Saya mau belajar, dalam setiap keputusan apapun yang saya ambil ke depannya, saya selalu mempertanyakan pertanyaan2 tersebut. Saya bilang kaya gitu bukan berarti saya sudah tidak memiliki keinginan2 duniawi. Jujur, saya belakangan ini sangat gelisah dengan keuangan saya. Kalau untuk sekedar berfoya-foya menilmati hidup, sekarang saya bisa melakukan nya. Tapi terus terang saya sangat khawatir dengan masa depan saya. Saya sangat khawatir bagaimana saya bisa membeli rumah, saya sangat khawatir bagaimana biaya pernikahan saya, saya sangat khawatir bagaimana nanti saya dan istri saya hidup sehari2, saya sangat khawatir bagaimana nanti biaya sekolah anak saya. Secara manusia saya khawatir, sangat khawatir dengan masalah2 tersebut. Saat ini semuanya serba tidak pasti. Saya hanya bisa menguatkan diri sendiri, kesusahan 1 hari cukup untuk 1 hari. Hari besok memiliki kesusahan lainnya. Saya hanya bisa beriman bahwa Allah selalu memelihara kita. Bahwa saya ada dalam Tangan pemeliharaan Tuhan.
Tahun depan ada beberapa rencana yang sedang saya pertimbangkan. Saya mulai berpikir untuk mencari passion lain nya dalam hidup saya. Entah itu bekerja di tempat lain atau mungkin membuka usaha baru. Tahun depan saya berencana untuk menikah walaupun sampai sekarang saya tidak pernah tau, dimana kami akan tinggal dan darimana kami dapat uang untuk biaya kami menikah dan biaya kami membeli tempat tinggal. Bagi saya semuanya serba tidak pasti. Saya hanya bisa punya iman dan pengharapan, bahwa jika memang sudah waktuNya, Tuhan akan membukakan jalan. Yang pasti seperti yang diawal sudah saya singgung, keputusan apapun yang saya ambil saya akan berfokus pada pertanyaan2 tersebut. Apakah saya sudah hidup sesuai dengan rancangan Tuhan dan apakah memang ini yang Tuhan inginkan dalam hidup saya? 
Ketika waktu terasa berjalan dengan sangat cepat, saya hanya bisa berdoa supaya saya semakin bijak dalam menggunakan waktu2 yang ada. Dan saya hanya bisa berdoa semoga saya bisa mengenal dan mengerti isi hati Tuhan. Saya mau belajar untuk selalu senantiasa mengandalkan kekuatan Tuhan karena hanya Dialah pemilik hidup ini.





Tips Mendatangkan Traffic ke Blog

14 01 2016

Hari ini gw mau sharing tips untuk mendatangkan traffic ke blog Anda. Dan tips itu datang dari saya. Seseorang yang udah
bikin blog sejak kurang lebih 6 tahun yang lalu dan sampai sekarang blog nya ga ada yang akses selain saya. Masih mau
lanjut baca? Bagus. Anda orang yang pantang menyerah dan selalu optimis.

Gw mikir-mikir kenapa selama ini yang mampir ke blog gw sedikit banget. Padahal gw merasa blog ini isinya selalu bermutu,
inspiratif dan dapat menyebabkan mual-mual. Jika sakit berlanjut silahkan hubungi dokter. Sebenernya gw menulis blog ini
hanya untuk iseng-iseng dan untuk mencurahkan isi hati gw sekaligus media promosi tentang diri gw supaya banyak dikenal
orang sebagai pribadi yang bermutu, inspiratif dan dapat menyebabkan mual-mual. Callback. Hahaha..

Gw coba compare blog gw dengan blog-blog lain yang isinya tidak bermutu tapi trafficnya cukup banyak. Akhirnya gw dengan
ilmu sotoy gw menyimpulkan. Terkadang kita bukan harus posting sesuatu yang inspiratif. Justru kita harus posting sesuatu
yang kontroversial. Ini masuk bagian serius. Gw memperhatikan fenomena bahwa kadang orang justru lebih seneng sharing
postingan yang ga bermutu asalkan sesuai dengan ideologi mereka. Dan yang paling mudah adalah issue agama.

Issue agama sangat mudah dijadikan sebagai materi untuk meningkatkan traffic ke blog atau website Anda. Contoh paling
terbaru dan mutakhir adalah kasusnya Agnes Monica. Doi tiba-tiba ngetop hanya karena menggunakan baju dengan tulisan Arab.
Dan bisa dibayangkan buat Agnes itu adalah marketing gratis karena media akan memberitakan tentang dia. Foto dia muncul di
berbagai media dan akibatnya dia semakin terkenal.

Hmmnn.. Cukup menarik. Apa gw harus mengganti blog gw dengan bahasa arab kemudian orang pada maki-maki di kolom komentar
blog gw? Terus kompas.com dan detik.com bikin berita tentang blog gw. “bastiyan.wordpress.com menggunakan bahasa arab dan
dianggap merendahkan simbol agama X”. Terus metrotv news ngundang gw wawancara. TV One juga ngundang tapi gw tolak karena
mereka memang beda. Blog gw banyak yang ngunjungi, dapet iklan, terkenal, nikah, punya anak, punya cucu, mati masuk surga.

Okei.. Skenario yang bagus sepertinya. Gimana? Tertarik dengan tips ini? Mungkin skenario seperti itulah yang diinginkan
oleh sebagian orang untuk memperkaya diri. Demi mendapatkan traffic ke situs mereka, mereka memunculkan posting ga bermutu
yang kontroversial supaya dapet duit. Dan sebagian besar orang dengan bodohnya menanggpi hal tersebut, sharing sana sini,
bikin orang tersebut terkenal. Fanatisme sempit memang membutakan. So paling ngerti soal agama. So paling dirinya bener
dan orang laen salah. Setiap orang kasih pendapat apa pokonya lu salah deh, gw yang paling bener. Negatif thinking dengan
pandangan orang lain. Bro Sis, ga ada salahnya qo kita bersikap open minded. Terbuka dengan setiap ide, gagasan, kritikan
yang dialamatkan kepada kita. Bukan tergila-gila dengan fanatisme sempit. Akhir kata gw berdoa buat orang-orang yang
selalu punya pandangan negatif dan terjebak dalam fanatisme yang sempit, semoga kalian bisa belajar lebih open minded.
Dunia tidak selebar daun kelor. Walaupun sampe sekarang gw belum tau daun kelor itu yang kaya gimana. Hahaha.. Semoga
postingan ini bisa mendatangkan banyak traffic ke blog gw, gw terkenal, dapet duit, nikah, punya anak, punya cucu dan mati
masuk surga. Amin.





Stupid People using Smartphone

14 01 2016

Kamis, 14 Januari 2016
Gw ada perjalanan dinas ke Jakarta untuk meeting bareng client. Gw berangkat pake kereta dan sampai di Jakarta sekitar jam 10. Gw melanjutkan perjalanan gw ke tempat
client via busway. Salah. Bus transjakarta yang bener. Kurang lebih sekitar jam 11 siang gw sampe di tempat client di sudirman citywalk. Gw meeting bareng client
pertama gw trus 30 menit setelah meeting tiba2 orang2 di belakang gw heboh nontonin TV. Dan ternyata eh ternyata ada bom di sarinah. Gw bersyukur banget masih bisa
idup dan posting di blog ini karena 30 menit sebelumnya gw melintas tepat di lokasi yang kena bom itu. Gw bersyukur buat penyertaan Tuhan karena kalau gw yang telat
atau kalau teroris itu kecepetan beraksi, gw ga tau gw bakalan ada dimana skrng.

Gw mencermati salah satu fenomena unik setelah kejadian ini. Orang2 di sekeliling gw tiba2 pada heboh dan asik sendiri dengan smartphone nya. Ada yang telpon2an sama
keluarganya. Ada yang sibuk di grup. Ada yang sibuk broadcast ini itu. Ada yang sibuk posting di sosial media. Ada yang sibuk bikin hashtag ini itu. Dan fenomena unik
lainnya adalah banyak banget informasi yang berseliweran yang entah dari mana sumbernya. Bom di beberapa titik lah. Penembakan di sepanjang jalan lah. Mall ada yang
udah dipasang bom. Dan yang bikin gw lebih heran lagi, orang2 dengan pede nya memposting dan menyebarkan berita-berita tersebut. Akibatnya muncul kepanikan dimana-
mana. Terus orang-orang jadi parno dan takut sendiri.

Di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, gw kira penting banget untuk kita bisa secerdas mungkin membedakan mana berita yang bener dan mana berita yang hoax
atau palsu. Terkadang kita belum secerdas handphone kita. Pegang handphone canggih dengan otak yang masih kuno. So paling up to date posting sana sini, share sana sini
padahal ga tau juga itu sumbernya dari mana. Si Maman tukang batagor deket kantor saya atau Bu Eti tukang cilok deket rumah saya pun bisa aja bikin broadcast lalu
share ke temen-temennya. Tapi apakah berita itu bener? Belum tentu. Kita harus verifikasi lebih jauh tentang kebenaran berita itu.

Fenomena unik lainnya adalah kita sangat mudah sekali terprovokasi oleh artikel yang berasal dari wordpress atau blogspot. For your information Bro Sis, wordpress atau
blogspot itu adalah situs gratisan yang bisa dimiliki oleh semua orang di dunia ini. Dan itu lebih banyak pendapat pribadi atau hasil copy paste dari sumber lain.
Jadi wordpress dan blogspot itu bukan sumber resmi yang bisa dijadikan patokan kebenaran dan dipertanggung jawabkan kebenarannya. Itu bisa bener? Iya bisa banget. Tapi
bisa salah? Sangat bisa banget. Kalian perlu cek dlu siapa yang punya blog itu. Apa kapasitas dia. Misalnya kalau yang punya blog adalah seorang pengangguran trus blog
dia itu banyak cerita soal tips sukses. Apakah kalian bisa percaya? Orang dia sendiri juga nganggur.

So, melalui tulisan ini gw pengen sedikit share sama kalian-kalian orang-orang yang gw kasihi. Tolong lah sedikit cerdas dalam sharing informasi atau meneruskan
broadcast-broadcast ga jelas. Mohon konfirmasi dulu dari mana sumbernya dan apakah berita ini bisa dipercaya atau tidak. Perhatikan juga dengan baik apa dampak yang
ditimbulkan ketika kita posting atau sharing informasi tersebut. Apakah lebih banyak sisi positifnya atau justru malah menimbulkan banyak dampak negatif. Mari jadi
pengguna smartphone yang cerdas. Kita manusia harus lebih pintar dari gadget kita. Karena manusialah yang menciptakan gadget. Bukan sebaliknya.





Resolusi 2016

31 12 2015

Belajar dari pengalaman tahun 2015 dimana resolusi yang gw catat di blog ternyata sangat-sangat bermanfaat, gw mau di 2016 resolusi gw catet juga di blog. Penasaran ga apa aja resolusi gw? Kalau ngga penasaran juga gapapa sih. Blog-blog gw ini. Gw akan membagi resolusi gw menjadi 3 point besar ditambah point-point receh yang tidak penting tapi penting. Bingung kan?

Prioritas gw untuk taun depan masih sama. KETUHANAN YANG MAHA ESA dan juga KASIHILAH TUHAN ALLAHMU DENGAN SEGENAP HATIMU DAN DENGAN SEGENAP JIWAMU DAN DENGAN SEGENAP AKAL BUDIMU. Mungkin gw perlu breakdown resolusi ini menjadi lebih detail supaya pencapaian-nya jelas. Hehe..
1. Doa dan saat teduh tiap pagi dan tiap malem
2. Beresin bacaan Alkitab tahunan

Secara pribadi goal gw 2 hal itu. Selain 2 hal tersebut, di komunitas Youth BAKHUR ada event yang cukup besar tahun depan yaitu Youth Camp. Gw berharap melalui event ini dapat membangun kami menjadi komunitas yang semakin bertumbuh ke arah Kristus dan semakin memahami setiap rencana-rencana Tuhan dalam hidup kami.

Point berikutnya yang jadi resolusi gw adalah karier. Tahun 2015 gw berhasil dapetin posisi yang gw inginkan. Tahun ini goal gw di kantor ada 2 hal. Yang pertama gw bisa menjelaskan gw kerja dimana dengan lebih sederhana. Hehe.. Gw pengen kantor gw atau mungkin salah satu produk yang dihasilkan kantor gw bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. Gw berharap entah itu DAKSA, QNB, KESLES, atau produk-produk lainnya bisa semakin populer di kalangan masyarakat luas. Goal gw yang berikutnya adalah masalah salary, gw berharap tahun depan salary gw semakin nyerempet-nyerempet ke double digit. Hehe..

Point terakhir yang pengen gw capai tahun depan adalah kehidupan percintaan dengan si dia #Eaaa. Gw berharap kami bisa saling mengenal satu dengan yang lain, gw berharap kami bisa saling membawa dampak yang positif. Gw juga berdoa semoga taun depan kamu bisa segera lulus dan dapetin pekerjaan yang layak. Gw berdoa semoga kita berdua semakin dewasa, semakin bertumbuh dalam segala aspek kehidupan, dan semakin mengenal rancangan-rancangan Tuhan dalam hidup kita.

Selain 3 point besar tersebut ada beberapa hal yang gw rencanakan tahun depan. Entah itu bisa terwujud atau tidak yang penting tulis dulu aja lah. Hahaha..
1, Galaxy Note 5 LOL
2. Pengen liburan ke Bali
3. Pengen main ke luar negeri
4. Pengen liburan bareng keluarga (papah, mamah, siska, sama si dia juga kalau boleh. Hahaha..)
5. Pengen rutin olahraga pagi, menjaga berat badan ideal wkwkwk
6. Pengen terus improve penampilan semakin fashionista
7. Pengen belajar lebih banyak lagi soal kepemimpinan, biar bisa menjadi pemimpin yang baik
8. Pengen dirutinin baca buku (taun 2015 udah beli cukup banyak buku tapi banyak yang belum selesai)
9. Pengen rajin nulis kalau ada hal penting yang bisa dibagiin
10. Pengen terus investasi kalau memungkinkan udah mulai cicilan beli rumah

Sekian berbagai doa dan harapan gw untuk 2016 nanti. Gw tau kadang kenyataan tidak semudah apa yang dibayangkan. Tapi gw percaya ketika Tuhan beserta dengan kita, tangan-Nya akan terus membimbing dan menyertai kita. Mungkin kita ga pernah tau apa yang akan terjadi di depan, tapi Tuhan selalu turut bekerja dalam segala hal. Dia Allah yang berdaulat atas hidup kita. Semoga di tahun 2016 nanti kita bisa menjadi pribadi yang semakin baik. “Today must be better than yesterday. Tomorrow must be better than today.” GBU