Tips Mendatangkan Traffic ke Blog

14 01 2016

Hari ini gw mau sharing tips untuk mendatangkan traffic ke blog Anda. Dan tips itu datang dari saya. Seseorang yang udah
bikin blog sejak kurang lebih 6 tahun yang lalu dan sampai sekarang blog nya ga ada yang akses selain saya. Masih mau
lanjut baca? Bagus. Anda orang yang pantang menyerah dan selalu optimis.

Gw mikir-mikir kenapa selama ini yang mampir ke blog gw sedikit banget. Padahal gw merasa blog ini isinya selalu bermutu,
inspiratif dan dapat menyebabkan mual-mual. Jika sakit berlanjut silahkan hubungi dokter. Sebenernya gw menulis blog ini
hanya untuk iseng-iseng dan untuk mencurahkan isi hati gw sekaligus media promosi tentang diri gw supaya banyak dikenal
orang sebagai pribadi yang bermutu, inspiratif dan dapat menyebabkan mual-mual. Callback. Hahaha..

Gw coba compare blog gw dengan blog-blog lain yang isinya tidak bermutu tapi trafficnya cukup banyak. Akhirnya gw dengan
ilmu sotoy gw menyimpulkan. Terkadang kita bukan harus posting sesuatu yang inspiratif. Justru kita harus posting sesuatu
yang kontroversial. Ini masuk bagian serius. Gw memperhatikan fenomena bahwa kadang orang justru lebih seneng sharing
postingan yang ga bermutu asalkan sesuai dengan ideologi mereka. Dan yang paling mudah adalah issue agama.

Issue agama sangat mudah dijadikan sebagai materi untuk meningkatkan traffic ke blog atau website Anda. Contoh paling
terbaru dan mutakhir adalah kasusnya Agnes Monica. Doi tiba-tiba ngetop hanya karena menggunakan baju dengan tulisan Arab.
Dan bisa dibayangkan buat Agnes itu adalah marketing gratis karena media akan memberitakan tentang dia. Foto dia muncul di
berbagai media dan akibatnya dia semakin terkenal.

Hmmnn.. Cukup menarik. Apa gw harus mengganti blog gw dengan bahasa arab kemudian orang pada maki-maki di kolom komentar
blog gw? Terus kompas.com dan detik.com bikin berita tentang blog gw. “bastiyan.wordpress.com menggunakan bahasa arab dan
dianggap merendahkan simbol agama X”. Terus metrotv news ngundang gw wawancara. TV One juga ngundang tapi gw tolak karena
mereka memang beda. Blog gw banyak yang ngunjungi, dapet iklan, terkenal, nikah, punya anak, punya cucu, mati masuk surga.

Okei.. Skenario yang bagus sepertinya. Gimana? Tertarik dengan tips ini? Mungkin skenario seperti itulah yang diinginkan
oleh sebagian orang untuk memperkaya diri. Demi mendapatkan traffic ke situs mereka, mereka memunculkan posting ga bermutu
yang kontroversial supaya dapet duit. Dan sebagian besar orang dengan bodohnya menanggpi hal tersebut, sharing sana sini,
bikin orang tersebut terkenal. Fanatisme sempit memang membutakan. So paling ngerti soal agama. So paling dirinya bener
dan orang laen salah. Setiap orang kasih pendapat apa pokonya lu salah deh, gw yang paling bener. Negatif thinking dengan
pandangan orang lain. Bro Sis, ga ada salahnya qo kita bersikap open minded. Terbuka dengan setiap ide, gagasan, kritikan
yang dialamatkan kepada kita. Bukan tergila-gila dengan fanatisme sempit. Akhir kata gw berdoa buat orang-orang yang
selalu punya pandangan negatif dan terjebak dalam fanatisme yang sempit, semoga kalian bisa belajar lebih open minded.
Dunia tidak selebar daun kelor. Walaupun sampe sekarang gw belum tau daun kelor itu yang kaya gimana. Hahaha.. Semoga
postingan ini bisa mendatangkan banyak traffic ke blog gw, gw terkenal, dapet duit, nikah, punya anak, punya cucu dan mati
masuk surga. Amin.





Stupid People using Smartphone

14 01 2016

Kamis, 14 Januari 2016
Gw ada perjalanan dinas ke Jakarta untuk meeting bareng client. Gw berangkat pake kereta dan sampai di Jakarta sekitar jam 10. Gw melanjutkan perjalanan gw ke tempat
client via busway. Salah. Bus transjakarta yang bener. Kurang lebih sekitar jam 11 siang gw sampe di tempat client di sudirman citywalk. Gw meeting bareng client
pertama gw trus 30 menit setelah meeting tiba2 orang2 di belakang gw heboh nontonin TV. Dan ternyata eh ternyata ada bom di sarinah. Gw bersyukur banget masih bisa
idup dan posting di blog ini karena 30 menit sebelumnya gw melintas tepat di lokasi yang kena bom itu. Gw bersyukur buat penyertaan Tuhan karena kalau gw yang telat
atau kalau teroris itu kecepetan beraksi, gw ga tau gw bakalan ada dimana skrng.

Gw mencermati salah satu fenomena unik setelah kejadian ini. Orang2 di sekeliling gw tiba2 pada heboh dan asik sendiri dengan smartphone nya. Ada yang telpon2an sama
keluarganya. Ada yang sibuk di grup. Ada yang sibuk broadcast ini itu. Ada yang sibuk posting di sosial media. Ada yang sibuk bikin hashtag ini itu. Dan fenomena unik
lainnya adalah banyak banget informasi yang berseliweran yang entah dari mana sumbernya. Bom di beberapa titik lah. Penembakan di sepanjang jalan lah. Mall ada yang
udah dipasang bom. Dan yang bikin gw lebih heran lagi, orang2 dengan pede nya memposting dan menyebarkan berita-berita tersebut. Akibatnya muncul kepanikan dimana-
mana. Terus orang-orang jadi parno dan takut sendiri.

Di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, gw kira penting banget untuk kita bisa secerdas mungkin membedakan mana berita yang bener dan mana berita yang hoax
atau palsu. Terkadang kita belum secerdas handphone kita. Pegang handphone canggih dengan otak yang masih kuno. So paling up to date posting sana sini, share sana sini
padahal ga tau juga itu sumbernya dari mana. Si Maman tukang batagor deket kantor saya atau Bu Eti tukang cilok deket rumah saya pun bisa aja bikin broadcast lalu
share ke temen-temennya. Tapi apakah berita itu bener? Belum tentu. Kita harus verifikasi lebih jauh tentang kebenaran berita itu.

Fenomena unik lainnya adalah kita sangat mudah sekali terprovokasi oleh artikel yang berasal dari wordpress atau blogspot. For your information Bro Sis, wordpress atau
blogspot itu adalah situs gratisan yang bisa dimiliki oleh semua orang di dunia ini. Dan itu lebih banyak pendapat pribadi atau hasil copy paste dari sumber lain.
Jadi wordpress dan blogspot itu bukan sumber resmi yang bisa dijadikan patokan kebenaran dan dipertanggung jawabkan kebenarannya. Itu bisa bener? Iya bisa banget. Tapi
bisa salah? Sangat bisa banget. Kalian perlu cek dlu siapa yang punya blog itu. Apa kapasitas dia. Misalnya kalau yang punya blog adalah seorang pengangguran trus blog
dia itu banyak cerita soal tips sukses. Apakah kalian bisa percaya? Orang dia sendiri juga nganggur.

So, melalui tulisan ini gw pengen sedikit share sama kalian-kalian orang-orang yang gw kasihi. Tolong lah sedikit cerdas dalam sharing informasi atau meneruskan
broadcast-broadcast ga jelas. Mohon konfirmasi dulu dari mana sumbernya dan apakah berita ini bisa dipercaya atau tidak. Perhatikan juga dengan baik apa dampak yang
ditimbulkan ketika kita posting atau sharing informasi tersebut. Apakah lebih banyak sisi positifnya atau justru malah menimbulkan banyak dampak negatif. Mari jadi
pengguna smartphone yang cerdas. Kita manusia harus lebih pintar dari gadget kita. Karena manusialah yang menciptakan gadget. Bukan sebaliknya.





Resolusi 2016

31 12 2015

Belajar dari pengalaman tahun 2015 dimana resolusi yang gw catat di blog ternyata sangat-sangat bermanfaat, gw mau di 2016 resolusi gw catet juga di blog. Penasaran ga apa aja resolusi gw? Kalau ngga penasaran juga gapapa sih. Blog-blog gw ini. Gw akan membagi resolusi gw menjadi 3 point besar ditambah point-point receh yang tidak penting tapi penting. Bingung kan?

Prioritas gw untuk taun depan masih sama. KETUHANAN YANG MAHA ESA dan juga KASIHILAH TUHAN ALLAHMU DENGAN SEGENAP HATIMU DAN DENGAN SEGENAP JIWAMU DAN DENGAN SEGENAP AKAL BUDIMU. Mungkin gw perlu breakdown resolusi ini menjadi lebih detail supaya pencapaian-nya jelas. Hehe..
1. Doa dan saat teduh tiap pagi dan tiap malem
2. Beresin bacaan Alkitab tahunan

Secara pribadi goal gw 2 hal itu. Selain 2 hal tersebut, di komunitas Youth BAKHUR ada event yang cukup besar tahun depan yaitu Youth Camp. Gw berharap melalui event ini dapat membangun kami menjadi komunitas yang semakin bertumbuh ke arah Kristus dan semakin memahami setiap rencana-rencana Tuhan dalam hidup kami.

Point berikutnya yang jadi resolusi gw adalah karier. Tahun 2015 gw berhasil dapetin posisi yang gw inginkan. Tahun ini goal gw di kantor ada 2 hal. Yang pertama gw bisa menjelaskan gw kerja dimana dengan lebih sederhana. Hehe.. Gw pengen kantor gw atau mungkin salah satu produk yang dihasilkan kantor gw bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. Gw berharap entah itu DAKSA, QNB, KESLES, atau produk-produk lainnya bisa semakin populer di kalangan masyarakat luas. Goal gw yang berikutnya adalah masalah salary, gw berharap tahun depan salary gw semakin nyerempet-nyerempet ke double digit. Hehe..

Point terakhir yang pengen gw capai tahun depan adalah kehidupan percintaan dengan si dia #Eaaa. Gw berharap kami bisa saling mengenal satu dengan yang lain, gw berharap kami bisa saling membawa dampak yang positif. Gw juga berdoa semoga taun depan kamu bisa segera lulus dan dapetin pekerjaan yang layak. Gw berdoa semoga kita berdua semakin dewasa, semakin bertumbuh dalam segala aspek kehidupan, dan semakin mengenal rancangan-rancangan Tuhan dalam hidup kita.

Selain 3 point besar tersebut ada beberapa hal yang gw rencanakan tahun depan. Entah itu bisa terwujud atau tidak yang penting tulis dulu aja lah. Hahaha..
1, Galaxy Note 5 LOL
2. Pengen liburan ke Bali
3. Pengen main ke luar negeri
4. Pengen liburan bareng keluarga (papah, mamah, siska, sama si dia juga kalau boleh. Hahaha..)
5. Pengen rutin olahraga pagi, menjaga berat badan ideal wkwkwk
6. Pengen terus improve penampilan semakin fashionista
7. Pengen belajar lebih banyak lagi soal kepemimpinan, biar bisa menjadi pemimpin yang baik
8. Pengen dirutinin baca buku (taun 2015 udah beli cukup banyak buku tapi banyak yang belum selesai)
9. Pengen rajin nulis kalau ada hal penting yang bisa dibagiin
10. Pengen terus investasi kalau memungkinkan udah mulai cicilan beli rumah

Sekian berbagai doa dan harapan gw untuk 2016 nanti. Gw tau kadang kenyataan tidak semudah apa yang dibayangkan. Tapi gw percaya ketika Tuhan beserta dengan kita, tangan-Nya akan terus membimbing dan menyertai kita. Mungkin kita ga pernah tau apa yang akan terjadi di depan, tapi Tuhan selalu turut bekerja dalam segala hal. Dia Allah yang berdaulat atas hidup kita. Semoga di tahun 2016 nanti kita bisa menjadi pribadi yang semakin baik. “Today must be better than yesterday. Tomorrow must be better than today.” GBU





Review 2015

31 12 2015

Hari ini hari terakhir di 2015. Entah karena kecapean atau karena sudah kehabisan tenaga, dari kemaren badan udah mulai kerasa ga enak. Sakit tenggorokan, hidung tersumbat, badan meriang, mata kunang-kunang, jantung berdetak tidak karuan (yang terkahir lebay sih). Tapi di tengah badan yang tidak enak ini untungnya hati saya baik-baik saja #Eaaa. Ngomongin 2015, gw merasakan yang namanya power of writing your resolution. Gw menulis resolusi gw untuk 2015 di blog gw. Setiap gw merasa kelelahan dan berjalan tak tentu arah, gw mulai membaca kembali apa harapan-harapan yang gw inginkan sepanjang 2015. Apakah itu bermanfaat? Dengan tegas gw jawab iya. Walaupun tidak sedikit kegagalan-kegagalan yang gw alami, tapi resolusi tersebut membawa gw untuk tetap berada di jalur yang tepat. Resolusi itu juga yang bikin gw selalu mengevaluasi ulang hidup gw. Resolusi itu jadi checklist gw, mana yang udah gw selesaikan dan mana yang masih jadi PR gw.

Ada 2 pencapaian besar yang gw dapatkan sepanjang tahun 2015 ini. Yang pertama adalah karier. Gw berharap di tahun 2015 gw dapetin posisi yang lebih banyak human interaction nya entah itu team leader, project leader, system analyst, ataupun business analyst. Dan gw sangat bersyukur gw dapetin kesempatan itu. Gw bersyukur gw dipercaya untuk jadi project leader. Walaupun setelah dijalani semuanya itu tidak semudah yang gw bayangkan. Gw harus belajar bagaimana menangani setiap komplain yang masuk baik itu dari tim gw sendiri maupun dari pihak luar. Gw juga harus belajar untuk memberikan solusi-solusi yang memang adalah solusi. Gw merasa energi gw banyak sekali dikuras. Setiap orang datang ke gw bawa masalah dan pulang pengen mendapatkan solusi. Ada saat dimana gw pengen berhenti aja dan menyerah, tapi gw bersyukur punya tim dan temen-temen yang selalu menguatkan. Gw bersyukur ada orang-orang yang selalu memberikan dukungan dan menguatkan gw di saat-saat yang sulit. Masalah pasti dan akan selalu ada. Tapi solusi pun selalu ada untuk setiap masalah yang datang.

Awal tahun kemaren gw mengharapkan kehadiran seseorang untuk selalu menemani hari-hari gw. Dan kamu adalah jawabannya #Eaaa. Kamu adalah anugerah yang Tuhan kasih buat aku. Makasih banyak udah menemani hari-hari gw. Makasih banyak selalu ada di saat-saat gw kesulitan. Biarpun kadang u ngeselin dan rese, tapi gw percaya yang namanya proses pendewasaan. Mungkin orang-orang di luar sana under estimate dengan hubungan ini, tapi di saat orang menganggap remeh justru itulah saat yang tepat untuk membuktikan. Makasih udah bikin hari-hari gw di taun ini sangat berwarna. Makasih udah ada ketika gw sedih dan ketika gw sedang dalam kesulitan. Semua orang bisa ada ketika gw bahagia, tapi hanya orang-orang tertentu saja yang bisa tetep bertahan ketika gw dalam kesulitan. Makasih udah jadi salah satu orang tersebut. Jadi salah satu orang yang tetep bertahan ketika gw dalam kesulitan.

Tidak ada yang sempurna. Meskipun ada banyak hal yang berhasil gw raih. HP baru, istri baru(laptop), liburan ke pantai, dll. Tapi taun ini gw juga tidak lepas dari berbagai kekurangan. Salah satu yang masih belum bisa gw perbaiki dengan baik adalah kerohanian. Masih sangat sulit untuk bisa konsisten doa dan saat teduh pribadi. Kadang terlalu cape dan bangun kesiangan seringkali jadi hambatan. Selain itu mungkin pola pikir untuk menganggap itu sebagai sebuah prioritas yang sangat penting yang harus diperbaiki. Kadang gw masih suka menganggap enteng. “Ah udahlah nanti lagi aja” atau “Aduh udah telat nih” atau “Ngantuk banget euy”. Kalimat-kalimat seperti itu mungkin yang harus banyak diperbaiki untuk tahun depan.

Kurang lebih itulah yang gw dapetin sepanjang tahun kemaren. Gw bersyukur buat setiap keajaiban dan buat setiap anugerah yang udah Tuhan kasih sepanjang hidup ini. Gw bersyukur buat setiap kebaikan dan pembelajaran yang Tuhan kasih sepanjang tahun 2015. Gw percaya setiap hal terjadi untuk alasan tertentu. Minimal ada sebuah pembelajaran yang bisa gw dapetin melalui setiap kejadian-kejadian yang terjadi. Gw mau menutup post ini dengan kalimat dari film Single – Raditya Dika, “Untuk memulai sesuatu yang baru, kita harus mengakhiri masa lalu”. Setiap kenangan masa lalu pasti akan selalu berbekas, tapi percayalah itu adalah sebuah proses yang mendewasakan kita. Makasih banyak 2015. I’m ready for 2016.





Right Path

17 12 2015

Ada saat dimana kita yakin sudah berada di jalan yang tepat, lalu kemudian kita mulai meragukan jalan tersebut. Yupz. Sebuah kalimat sederhana yang tiba2 meluncur dalam pikiran gw. Sebuah kalimat yang membawa gw masuk dalam dimensi kegalauan yang baru. Hahaha..

Entah apa yang saat ini gw rasakan. Setelah sekian lama gw ga punya perasaan akhirnya gw dianugrahi sebuah perasaan. Kadang gw berharap bs memberikan perasaan ini kepada anggota DPR. Biar mereka bs punya hati nurani dalam bekerja #PesanMoral.

Gw berpikir hidup itu kaya sebuah hutan rimba yang belum pernah terjamah. Hutan yang konon di dalamnya ada sebuah kehidupan kekal yang bernama surga.

Seperti sebuah video game, entah gmn ceritanya kamu bs lahir dan ada di hutan tersebut. Orang tuamu memberimu bekal untuk bertualang di hutan tersebut. Ada orang tua yang membekali anaknya dengan jeep seri terbaru. Ada orang tua yang membekali anaknya dengan sebuah kuda yang gagah. Ada orang tua yang membekali anaknya dengan senjata senjata super canggih. Tapi ada juga orang tua yang hanya memberikan nasihat saja kepada anaknya.

Bekal dari orang tua itu yang kemudian digunakan untuk mengarungi hutan tersebut. Saat kamu beranjak dewasa, kamu mulai bisa memilih dan menentukan jalan hidupmu sendiri.

Dengan penuh keyakinan kamu begitu percaya diri melangkah. Kamu berharap bisa menemukan keindahan bernama surga. Sampai suatu titik kamu mulai merasa ragu dengan langkah yang kamu ambil tersebut. Kamu mulai merasa hutan ini semakin gelap. Kamu mulai bertanya-tanya apakah jalan yang kami ambil sudah benar atau belum. Ketika kamu sudah kehilangan arah kamu mulai takut jangan-jangam di depan sana ada jurang. Atau jangan-jangan ada macan yang siap menerkam kamu.

Pernahkah kamu sampai di titik itu? Kalau pernah jangan khawatir. Karena itu pun yang saya rasakan sekarang. Kalau belum pernah berarti saya yang harus khawatir. Jangan2 cuma saya aja yang kepikiran kaya gitu.

Hidup ini berisi pilihan2. Semenjak bangun pagi sampai kita menutup mata di malam hari. Semua itu adalah pilihan. Termasuk dengan apa yang saat ini kita jalani. Itu juga pilihan. Kita bisa memilih untuk terus melangkah maju atau berhenti atau mengubah arah atau kembali ke jalan yang sama. Semua adalah pilihan. Bedanya ada pilihan yang bijak dan ada pilihan yang kurang bijak.

Anda bisa memilih untuk berhenti membaca tulisan ini atau tetap keukeuh melanjutkan untuk membaca. Tapi kurang bijak rasanya jika ada berhenti membaca sampai di sini saja. Saya sarankan Anda membaca sampai akhir. Supaya Anda bs memahami arti sebuah penyesalan. Karena penyesalan biasanya datang di akhir. Apa sih ah.

Untuk bisa memilih dengan baik dibutuhkan sesuatu bernama hikmat. Hikmat adalah kemampuan untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang sebaiknya kita pilih dan mana yang sebaiknya kita hindari. Hikmat juga bisa digunakan untuk menentukan apakah kita harus terus melangkah atau berbelok menuju jalan lain atau bahkan kembali ke jalan yang lama.

Menurut salah satu pembimbing rohani saya, hikmat bisa diperoleh dengan meminta kepada Tuhan, takut akan Tuhan, dan mempelajari kebenaran Firman Tuhan.

Hidup itu pilihan. Apakah Anda memilih pilihan yang tepat dengan membaca tulisan ini? Gimana? Sekarang ngerti kan arti penyesalan yang datangnya di akhir?





Persepsi

10 12 2015

Persepsi. Apakah itu? Biasa orang kalau nikahan suka bikin persepsi. Itu resepsi Bu #NgomongSendiriJawabSendiri. Persepsi itu sebenernya adalah sebuah minuman soda saingannya coca-cola. Itu PEPSI #Plak. Oke serius. Sebenernya pengen cerita soal ini udah lama. Tapi lagi-lagi dalam badai kesibukan yang terjadi belakangan ini bikin gw kehilangan niat untuk menulis. Untungnya tiba-tiba niat untuk menulis itu datang dengan menggebu-gebu. Dan tiba-tiba inspirasi datang dari mana. Akhirnya saya pun sibuk ngurusin inspirasi dan jadi ga sempet nulis lagi. Gitu aja terus sampai ladang gandum dihujani coco crunch.

Ngomongin soal persepsi ini sebenernya semi curhat sih. Hahaha.. Ada 2 kondisi yang kemaren bikin gw kepikiran untuk share soal ini. Persepsi itu begitu penting tapi ketika disalah gunakan akan menjadi sesuatu yang bahaya. Dua-duanya terjadi di kantor. Kasus pertama adalah sistem yang gw bikin terhubung dengan operator seluler yang nantinya akan mengirimkan sms ke customer. Dalam beberapa kejadian customer tidak menerima sms. Karena persepsi, customer tersebut menyalahkan sistem yang gw bikin yang ngaco. Padahal dari sisi sistem gw, semua berjalan dengan lancar dan baik-baik saja. Tapi persepsi customer ini yang menganggap bahwa operator seluler tidak mungkin melakukan kesalahan menyebabkan gw yang tidak bersalah dinyatakan bersalah dan operator seluler yang sebenernya melakukan kesalahan menjadi terbebas dari kesalahan. The power of persepsi.

Kasus yang sama terjadi di kasus kedua. Sebuah bank terkenal yang katanya bank pusat asia melakukan transfer ke rekening bank yang terhubung dengan sistem gw. Nasabah tersebut gagal melakukan transfer ke tempat gw dari bank pusat asia tersebut. Nasabah memiliki persepsi bahwa bank sebesar itu tidak mungkin melakukan kesalahan dalam sistemnya. Maka lagi-lagi sistem gw lah yang dituduh bermasalah. Padahal dari sisi sistem gw tidak ada kendala terkait dengan permintaan transfer tersebut. Tapi berkat persepsi bahwa bank sebesar itu tidak mungkin melakukan kesalahan akhirnya gw yang baik hati, imut, dan suka menolong ini menjadi korban dari persepsi.

Persepsi menjadi begitu penting sekaligus berbahaya. Persepsi membuat orang memiliki sebuah kepercayaan lebih bahwa apa yang terjadi sesuai dengan apa yang dipikirkan. Tapi persepsi juga dapat membuat orang lain menjadi korban ketika kita salah dalam menilai. So, sebelum kita mulai menilai sesuatu mari kita melihat dari sudut pandang yang netral. Jangan sampai persepsi kita terhadap suatu hal membuat kita tidak bisa menilai dengan benar.





Jangan Putus Asa Kalau Ditolak

10 12 2015

Apel. Buah yang konon menyebabkan manusia jatuh ke dalam dosa. Buah yang menyebabkan manusia diusir dari taman eden. Dan buah yang sekarang bertransformasi menjadi sebuah teknologi yang menyebabkan gw tidak bisa tidur nyenyak dan selalu ditelpon dengan pertanyaan yang sama. Bulan ini buah tersebut memberikan cerita tersendiri. Buah tersebut mengajarkan gw arti sebuah perjuangan.

Cerita dimulai November 2015. Kami di kantor sedang mengembangkan sebuah aplikasi agar bisa berjalan di handphone yang belakangnya ada apel yang udah digigit entah oleh siapa. Singkat cerita aplikasi yang kami kembangkan tersebut selesai pertengahan November. Kami pun mengajukan diri untuk aplikasi tersebut bisa didownload melalui apps store milik mereka. Bagaikan seorang pangeran yang gagah berani, kami mengajukan diri untuk menjadi seseorang yang mampu mengisi sebuah istana bernama apps store. Kami memohon kepada puteri raja agar kami diijinkan untuk menjadi bagian dari istana. Puteri raja tersebut menyampaikan bahwa permintaan Anda sudah kami proses. Puteri raja memberikan harapan seolah kami akan diterima menjadi bagian dari istana.

Seminggu berlalu, puteri raja tidak memberi jawaban apapun. Pangeran menunggu harap-harap cemas. Minggu kedua akhirnya puteri raja memberikan jawaban. Dan apa jawabannya? Maaf kamu terlalu baik buat aku. Hahaha.. Statement paling bullshit versi on the spot. Puteri raja bilang, maaf kamu masih belum sesuai dengan kriteria kerajaan. Udah digantungin 2 minggu, eh malah ditolak. Pangeran tidak putus asa, dia memberikan berbagai alasan supaya bisa diterima di kerajaan. Akhirnya puteri raja kembali mempertimbangkan untuk menerima tawaran pangeran. Dan lagi-lagi pangeran disuruh menunggu tanpa kepastian. Kadang terlalu selektif itu ga baik juga sih. Jatohnya jadi nyusahin orang. Hahaha..

Digantungin berminggu-minggu membuat pangeran harap-harap cemas dan jawaban apa yang kemudian diterima dari puteri raja? Ternyata eh ternyata puteri raja masih mengeraskan hatinya. Untuk kedua kalinya puteri raja kembali ditolak. Penolakan yang kedua ini membuat sang pangeran menjadi patah hati. Tapi apakah dia menyerah? Sayangnya tidak. Entah pangeran nya yang emang pejuang tangguh atau pangeran adalah seorang yang tidak tahu malu. Udah 2 kali ditolak masih aja maksa-maksa. Jadi kamu lebih seneng cowo yang kaya gimana? Yang menyerah begitu saja? Atau yang memperjuangkan kamu mati-matian? Cinta sih cinta, tapi ga gitu-gitu amat juga sih.

Setelah 2 kali ditolak, kali ini pangeran meminta sambil memohon-mohon dan terkesan mengemis-ngemis. LOL. Puteri raja pun mulai melembutkan hatinya dan mulai mempertimbangkan sang pangeran. Berhari-hari pangeran harap-harap cemas menanti jawaban puteri raja. Dan akhirnya, berita bahagia itu pun datang hari ini. Puteri raja mempersilahkan pangeran untuk masuk menjadi bagian dari kerajaan.

Terkesan seperti cerita dongeng, tapi itu diangkat dari kisah nyata. Hari ini gw belajar, ketika kita gagal, ketika kita mengalami penolakan. Kalau memang kamu merasa itu layak untuk diperjuangkan, kamu harus berjuang untuk itu(meskipun gw merasa apple tuh ga layak diperjuangkan sih hahaha). Gw rasa ini ga berlaku dalam kegiatan cinta-cintaan aja. Tapi dalam semua aspek kehidupan, terkadang kita harus berjuang dan mengalami beberapa kali kegagalan sampai akhirnya keberhasilan membuka pintu untuk kita masuk. So, buat kamu-kamu yang lagi berjuang, jangan pernah putus asa yah. Tetap semangat!!